Selasa, 20 Januari 2026

Estafet Kepemimpinan: Kepala MA Ma'had Al-Zaytun Beri Arahan Khusus kepada 30 Calon Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-23

AL-ZAYTUN – Kepala Madrasah Aliyah (MA) Ma’had Al-Zaytun menggelar pertemuan silaturahmi khusus bersama 30 santri calon Presiden Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) Darma Bhakti ke-23. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pengawas, Lantai 1 Gedung Utsman Ibnu Affan, pada Selasa (20/1/2026).
Acara ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan momentum penguatan ideologi kepemimpinan bagi para kandidat yang akan memimpin ribuan santri lainnya. Kehadiran 30 santri ini merupakan hasil seleksi ketat yang dipersiapkan untuk membawa estafet kepemimpinan dari pengurus sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, hadir mendampingi Kepala MA, Wakil 1 Kepala Madrasah Aliyah, jajaran Sub Manajer Pendidikan (MP), serta Panitia Pelaksana Pemilihan. Turut hadir pula Presiden dan Wakil Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-22 untuk memberikan gambaran serta motivasi kepada para calon penerus mereka.
Dalam arahannya, Kepala MA, Ustadz M. Soleh Aceng, S.H., M.H., menekankan pentingnya integritas dan dedikasi bagi para calon pemimpin. Silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat hubungan emosional sekaligus memberikan pembekalan visi-misi sebelum para kandidat berkompetisi dalam pemilihan resmi.

Persiapan Menuju Pemilihan

Ke-30 calon presiden tersebut tampak antusias menyimak arahan yang diberikan. Setelah sesi silaturahmi ini, para kandidat dijadwalkan akan mengikuti serangkaian tahapan berikutnya, termasuk pemaparan visi-misi dan kampanye dialogis.
Dengan diadakannya pertemuan ini, diharapkan lahir sosok pemimpin yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial yang tangguh untuk memajukan Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun di masa bakti ke-23 mendatang. Pertemuan yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan sesi diskusi antara pihak manajemen madrasah dan para santri calon kandidat mengenai program kerja strategis OPMAZ untuk masa bakti mendatang. (HUMAS MA/2026)








Selasa, 06 Januari 2026

Cahaya Al-Qur'an di Masjid Rahmatan Lil’alamin: Menelisik Malam Puncak Haflatul Qur’an 2026

 AL-ZAYTUN – Kemegahan Masjid Rahmatan Lil’alamin malam itu seolah menemukan ruhnya kembali. Selasa malam (6/1/2026), ribuan pasang mata santri memadati Lantai 1 bangunan ikonik tersebut, menjadi saksi bisu atas suksesnya perhelatan akbar Haflatul Qur’an yang diinisiasi oleh Kementerian Peribadatan Organisasi Pelajar Ma'had Al-Zaytun (OPMAZ) Darma Bhakti ke-22. Acara ini bukan sekadar seremoni pergantian kalender, melainkan panggung pembuktian bagi generasi penjaga wahyu di awal tahun 2026.

Simfoni Visual di Bawah Kubah Megah

Memasuki area masjid, pengunjung langsung disambut oleh pemandangan lautan manusia yang tertib. Barisan santri putra dan putri terpisah dengan rapi, menciptakan kontras visual yang khidmat di bawah langit-langit masjid yang menjulang tinggi. Di tengah suasana masif tersebut, perhatian jamaah tertuju pada panggung utama yang ditata dengan sentuhan estetika tinggi.

Latar belakang hitam pekat dengan kaligrafi emas raksasa bertuliskan "Haflatul Qur’an" memberikan kesan wibawa yang mendalam. Dekorasi balon kuning-putih yang membentuk lengkungan memberikan nuansa selebrasi, sementara layar digital besar di sisi panggung memastikan bahwa setiap detil penampilan dapat dinikmati oleh santri yang berada di barisan paling belakang sekalipun.

Harmoni Seni dan Spiritual

Dinamika acara yang dimulai ba’da Maghrib ini terasa begitu mengalir. Panggung megah tersebut menjadi saksi talenta para santri dalam membawakan seni Islam. Kelompok nasyid dengan seragam merah marun tampil penuh harmoni, membawakan bait-bait pujian yang menyentuh kalbu. Alunan Hadroh yang menggema tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media syiar yang efektif.

Di barisan terdepan, jajaran Mudabbir hingga tim juri tampak menempati kursi sofa, menyimak setiap penampilan dengan saksama. Kedekatan antara pimpinan dan santri dalam acara ini menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental, di mana setiap tepuk tangan dan dukungan dari ribuan santri menjadi suntikan energi bagi rekan-rekan mereka yang sedang berlaga di atas panggung.

Melahirkan Generasi Qur’ani yang Berprestasi

Puncak dari kemeriahan malam itu adalah pengakuan atas dedikasi. Satu per satu pemenang dari berbagai cabang lomba—mulai dari Kaligrafi, Literasi Al-Qur’an, MTQ, hingga Drama Islam—maju dengan bangga. Meliputi jenjang MI, MTs, hingga MA, pemberian sertifikat ini bukan sekadar tanda kemenangan, melainkan simbol estafet perjuangan dalam mensyiarkan nilai-nilai Al-Qur'an di era modern.

Melihat antusiasme yang meluap hingga akhir acara pukul 21.00 WIB, nampak jelas bahwa Haflatul Qur'an telah berhasil menanamkan benih cinta Al-Qur'an yang lebih dalam di hati para santri. Doa bersama yang menutup rangkaian acara ini seolah menjadi pengikat janji bahwa semangat Al-Qur'an akan terus benderang di Ma'had Al-Zaytun sepanjang tahun 2026. (Izzuddin/Humas MA/2026)





Selasa, 30 Desember 2025

Mencetak Kader Bangsa: 315 Pelajar MA Al-Zaytun Mulai Gemblengan Kawah Candradimuka Paskibra 2026

AL-ZAYTUN – Mentari pagi di penghujung tahun memberikan suasana khidmat di halaman depan Gedung Utsman Ibnu Affan. Selasa, 30 Desember 2025, menjadi tonggak sejarah baru bagi 315 pelajar kelas X Madrasah Aliyah (MA) Ma’had Al-Zaytun. Di bawah pilar-pilar megah gedung tersebut, mereka resmi memulai perjalanan panjang dalam Upacara Pembukaan Kepelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Ma’had Al-Zaytun Tahun 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar latihan fisik baris-berbaris. Ini adalah bentuk penggodokan karakter, disiplin, dan pengabdian yang dipersiapkan untuk mengawal sang saka merah putih di tahun mendatang.


Simbolisme di Balik Utsman Ibnu Affan

Pemilihan lokasi di halaman Gedung Utsman Ibnu Affan memberikan pesan mendalam. Gedung yang menjadi pusat persiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ini kini menjadi saksi bisu transformasi 315 santri menjadi calon patriot. Kepala Madrasah Aliyah Ma’had Al-Zaytun hadir langsung memimpin upacara, menegaskan bahwa kepelatihan Paskibra memiliki kedudukan strategis dalam kurikulum pembentukan karakter di madrasah.

Turut hadir menyaksikan prosesi ini, Wakil 1 Kepala Madrasah, jajaran Sub Manajemen Pendidikan (MP), serta para pembina dan pembimbing Paskibra yang akan menjadi "arsitek" di balik ketangguhan para peserta selama masa pelatihan.


Lebih dari Sekadar Langkah Tegap

Dalam arahannya, Kepala Madrasah menekankan bahwa menjadi anggota Paskibra adalah tentang melatih keselarasan antara pikiran, hati, dan perbuatan.

"Setiap langkah tegap yang kalian hentakkan adalah simbol keteguhan hati. Setiap formasi yang kalian bentuk adalah manifestasi dari kerja sama tim dan ketaatan pada pimpinan," ujar beliau di hadapan barisan santri yang tampak antusias meski disiplin tinggi mulai diterapkan sejak menit pertama upacara.

Jumlah 315 peserta dari kelas X ini menunjukkan tingginya minat santri dalam berorganisasi. Angka ini juga merefleksikan besarnya tanggung jawab para pembimbing untuk menyaring dan membina potensi terbaik yang nantinya akan bertugas pada upacara-upacara besar di lingkungan Ma’had Al-Zaytun sepanjang tahun 2026.


Estafet Kedisiplinan

Kepelatihan ini merupakan rangkaian awal sebelum para peserta menghadapi seleksi yang lebih ketat. Para pembina Paskibra telah menyiapkan kurikulum pelatihan yang komprehensif, mencakup ketahanan fisik, penguatan mental, hingga wawasan kebangsaan.

Upacara pembukaan ini sekaligus menjadi jembatan estafet kedisiplinan. Jika sebelumnya para santri ini fokus pada adaptasi KBM di Semester Ganjil, kini di penghujung tahun, mereka ditantang untuk keluar dari zona nyaman dan memasuki kawah candradimuka kepemimpinan.

Dengan dibukanya kepelatihan ini, Ma'had Al-Zaytun kembali membuktikan komitmennya: bahwa pendidikan tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas Gedung Utsman, tetapi juga meluas hingga ke lapangan upacara, tempat di mana mentalitas "Negara Utama" ditempa melalui derap langkah pasukan pengibar bendera. (HUMAS MA/2025)











Kamis, 21 Agustus 2025

Tiga Hari Merawat Generasi Penerus: Ratusan Santri MA Ma'had Al-Zaytun Ikuti Skrining Kesehatan Komprehensif Puskesmas Gantar

AL-ZAYTUN – Dalam upaya kolektif menjamin mutu kesehatan fisik dan mental remaja di lingkungan pesantren, UPTD Puskesmas Gantar sukses menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara maraton. Selama tiga hari penuh, terhitung sejak Selasa (19/8/2025) hingga Kamis (21/8/2025), ratusan santri Madrasah Aliyah (MA) Ma'had Al-Zaytun menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program kesehatan usia sekolah dan remaja (UKGS/UKM) yang dicanangkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, berkolaborasi erat dengan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal dan produktif.

Fokus Skrining Tiga Jenjang

Program CKG kali ini menyasar seluruh siswa di tiga tingkatan utama: Kelas X, XI, dan XII. Pendekatan per jenjang kelas ini memungkinkan tim medis Puskesmas Gantar untuk menyesuaikan jenis pemeriksaan dengan kebutuhan spesifik usia dan potensi risiko kesehatan yang berbeda-beda.

Rincian Sasaran dan Jenis Pemeriksaan:

Jenjang Kelas

Fokus Pemeriksaan Utama

Kelas X

Deteksi dini masalah pertumbuhan, status gizi, dan skrining anemia.

Kelas XI

Pemeriksaan kesehatan reproduksi, tekanan darah, dan kesehatan indera.

Kelas XII

Skrining penyakit tidak menular (PTM) dini dan kesiapan mental menjelang ujian akhir.

Lebih dari Sekadar Tensi dan Timbang Badan

Tim medis dari Puskesmas Gantar yang diturunkan ke lokasi tidak hanya melakukan pengukuran dasar seperti tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Berbagai pemeriksaan spesifik juga dilakukan:

· Pemeriksaan Status Gizi: Penentuan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengidentifikasi potensi stunting atau obesitas dini.

· Pemeriksaan Laboratorium Sederhana: Pengambilan sampel darah untuk cek hemoglobin (Hb) bagi remaja putri guna deteksi anemia, serta gula darah sewaktu.

· Pemeriksaan Indera: Skrining ketajaman penglihatan dan pendengaran.

· Edukasi dan Konseling: Sesi tatap muka singkat untuk memberikan pemahaman tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan akademik.

Komitmen Menciptakan Generasi Sehat

Kepala UPTD Puskesmas Gantar, dr. YuLis Susanto, dalam keterangannya menekankan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam investasi sumber daya manusia.

"Kegiatan CKG di Al-Zaytun ini adalah langkah nyata dalam menjaga aset terbesar bangsa, yaitu para pelajar kita. Dengan mendeteksi dini masalah kesehatan, kita bisa melakukan intervensi cepat dan tepat," ujarnya.

Pihak MA Ma'had Al-Zaytun menyambut baik inisiatif ini, menganggapnya vital untuk menunjang aktivitas padat santri di pesantren. Diharapkan, hasil dari skrining ini dapat menjadi dasar bagi program tindak lanjut kesehatan sekolah yang lebih terstruktur di semester mendatang. (HUMAS MA/2025)










Senin, 05 Mei 2025

UPTD Puskesmas Gantar Dorong PHBS Melalui Penyuluhan di Ma’had Al-Zaytun


Al-Zaytun, Senin, 05/05/2025 – UPTD Puskesmas Gantar terus berupaya meningkatkan kesehatan remaja putri di wilayahnya melalui edukasi dan skrining anemia di sekolah-sekolah. Program ini bertujuan untuk mencegah anemia, penyakit yang sering terjadi pada remaja putri dan memiliki dampak serius terhadap kesehatan dan prestasi belajar.


Kegiatan edukasi dan skrining anemia UPTD Puskesmas Gantar kali ini dilaksanakan di Ma’had Al-Zaytun dengan sasaran utama program edukasi dan skrining anemia kepada para Santri Banat (Nisa) Kelas 10 Madrasah Aliyah (MA) dan Kelas 7 Madrasah Tsanawiyah (MTs).

 

Petugas UPTD Puskesmas Gantar memberikan edukasi kepada siswa dan tenaga pendidik (Guru) tentang anemia, penyebab, dampak, dan cara mencegahnya, dilanjutkan dengan pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada seluruh peserta. Kemudian dilakukan skrining pemeriksaan hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi kadar Hb yang rendah, yang merupakan indikasi anemia.

 

Selain kegiatan edukasi dan skrining anemia, Petugas UPTD Puskesmas Gantar juga melakukan pemeriksaan kebersihan diri (telinga, kuku, gigi, tensi darah), pemeriksaan merokok dan pemeriksaan penyakit tidak menular kepada beberapa perwakilan siswa dan Tenaga Pendidik (Guru), serta pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di gedung sekolah.


UPTD Puskesmas Gantar menugaskan 7 orang tenaga kesehatan untuk pelaksanaan edukasi dan skrining yang bertempat di ruang Persiapan Pembelajaran lantai 2 Gedung Utsman Ibnu Affan sejak pukul 09.00 sampai pukul 14.00 WIB. (mhd/Humas MA)




Sambutan Kepala UPTD Puskesmas Gantar, Bapak dr. Yulis Susanto, sebelum dimulakannya edukasi dan skrining anemia. Senin, 05 Mei 2025.




Edukasi Kesehatan dan pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) oleh Ibu Is Noor Priyati, S.Gz serta skrining pemeriksaan hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi kadar Hb yang rendah, yang merupakan indikasi anemia kepada 205 Santri Banat Kelas X di ruang Persiapan Pembelajaran lantai 2 Gedung Utsman Ibnu Affan.


Pemeriksaan kebersihan diri (telinga, kuku, gigi, tensi darah), pemeriksaan merokok, pemeriksaan penyakit tidak menular dari beberapa perwakilan siswa dan Tenaga Pendidik (Guru).




Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Gedung Utsman Ibnu Affan, Madrasah Aliyah Ma'had Al-Zaytun. Senin, 05 Mei 2025.


Kamis, 24 April 2025

BEDAH BUKU IAI AL-AZIS

Perpustakaan dan Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) Press mengadakan kegiatan Bedah Buku bersama santri Kelas XI Madrasah Aliyah Ma’had Al-Zaytun. Bedah buku yang diselenggarakan pada tanggal 23-24 April 2025 ini mengulas dan menginterpretasikan isi buku yang berjudul “Sukses Dengan Qoulan Tsaqila dan “Village Painting”.

Hari pertama, Rabu, 23 April 2025 kegiatan diisi dengan bedah buku berjudul “Sukses Dengan Qoulan Tsaqila” oleh Ustadz Elang Bakhrudin H., M.A., selaku pengarang buku sekaligus Dosen IAI AL-AZIS.

Pada hari kedua, Kamis, 24 April 2025 kegiatan diisi dengan bedah buku berjudul “Village Painting” oleh Ustadzah Dewi Nopasari, M.Pd. selaku pengarang buku sekaligus Dosen IAI AL-AZIS.

Bedah buku kali ini dapat diartikan sebagai suatu ajang untuk memperkenalkan isi buku kepada calon pembacanya secara singkat. Sehingga, bedah buku ini tidak hanya melulu membahas mengenai isi buku saja, akan tetapi juga berfokus pada latar belakang penulis mengapa mereka menuliskan tema tersebut dan apa tujuan dari penulisan buku tersebut. Termasuk juga alasan mengapa penulis membuat buku dan apa inspirasi yang mendorong penulis tersebut menulis buku yang diterbitkannya.

Dengan diadakannya kegiatan bedah buku ini diharapkan para santri menjadi lebih termotivasi membangun hal yang positif dan mendapatkan ilmu pengetahuan baru yang sebelumnya pernah diketahui(mhd/Humas MA)



Ustadz Elang Bakhrudin H., M.A., selaku pengarang buku, Narasumber sekaligus Dosen IAI AL-AZIS saat mempresentasikan isi buku karangannya yang berjudul “Sukses Dengan Qoulan Tsaqila” di lantai 1 Asrama Al-Fajr. Rabu, 23 April 2025



Ustadz Wahyudi, Kepala Perpustakaan IAI AL-AZIS memberikan piagam Penghrgaan kepada Ustadz Elang Bakhrudin H., M.A., selaku Narasumber dan pengarang buku “Sukses Dengan Qoulan Tsaqila”.



Ustadz Elang Bakhrudin H., M.A. didampingi Ustadz Dr. Ali Aminulloh, S.Ag., M.Pd.I., M.E., Ketua MPAP, berphoto bersama santri Kelas XI yang mendapatkan doorprize sebagai partisipan aktif pada acara Bedah Buku.



Ustadz Dr. Ali Aminulloh, S.Ag., M.Pd.I., M.E., Ustadz Elang Bakhrudin H., M.A., Ustadz Wahyudi, beserta jajaran MP MA dan Mudabir Asrama Al-Fajr berphoto bersama santri Banin Kelas XI Madrasah Aliyah Ma’had Al-Zaytun usai acara Bedah Buku.




Ustadzah Dewi Nopasari, M.Pd, selaku pengarang buku, Narasumber sekaligus Dosen IAI AL-AZIS saat mempresentasikan isi buku karangannya yang berjudul “Village Painting” di lantai 1 Asrama Al-Fajr. Kamis, 24 April 2025.




Bedah Buku hari kedua dihadiri seluruh santri Banin Kelas XI MA Ma’had Al-Zaytun. Kamis, 24 April 2025.


Ustadzah Dewi Nopasari, M.Pd, berphoto bersama santri Kelas XI yang mendapatkan doorprize sebagai partisipan aktif pada acara Bedah Buku.