Sabtu, 07 Maret 2026

Menakar DNA Pemimpin Masa Depan: MTs Ma'had Al-Zaytun Godok 30 Calon Presiden OPMAZ Berbasis LSTEAMS

 AL-ZAYTUN – Estafet kepemimpinan di Ma'had Al-Zaytun mulai memasuki fase krusial. Sebagai bagian dari rangkaian proses Pilihan Raya Organisasi Pelajar Ma'had Al-Zaytun (OPMAZ), Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma'had Al-Zaytun menggelar pengarahan khusus bagi 30 santri terpilih yang akan berlaga menjadi Calon Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-23. Bertempat di Ruang Basemen Gedung Ali Bin Abi Tholib, Rabu (21/1/2026), atmosfer kepemimpinan terasa kental saat para kandidat ini dipersiapkan untuk menakhodai ribuan santri lainnya.

LSTEAMS: Lebih dari Sekadar Kurikulum

Bukan sekadar pengarahan biasa, Kepala MTs Ma'had Al-Zaytun, Ustadz Rijal Eka Sumadyo, S.Pd., M.Pd., dalam orasinya menekankan bahwa kepemimpinan di lingkungan Al-Zaytun harus berpijak pada fondasi yang kokoh, yakni sistem LSTEAMS (Law, Science, Technology, Engineering, Art, Math, dan Spiritual). Konsep holistik yang dikembangkan oleh Syaikh Al-Zaytun ini diperkenalkan sebagai "kompas" bagi para calon presiden dalam mengambil kebijakan di masa depan.

"Kepemimpinan di OPMAZ adalah ruang belajar tanpa batas. Ini adalah amanah bagi santri untuk memahami tata kelola organisasi yang mandiri, berintegritas, dan yang terpenting, mampu mengejawantahkan nilai-nilai LSTEAMS dalam setiap tindakan," tegas Kepala MTs di hadapan para kandidat. Fokusnya jelas: membangun pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kesadaran kemanusiaan yang tinggi.

Estafet Pengalaman dan Kesiapan Mental

Nuansa pembelajaran semakin mendalam dengan hadirnya Presiden dan Wakil Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-22. Kehadiran mereka menjadi jembatan realitas, di mana para senior berbagi suka duka serta tantangan nyata selama satu tahun masa bakti. Sesi sharing ini terbukti memberikan dampak signifikan bagi para calon. Muhamad Ridho, santri kelas 11 IPS 4 yang menjadi salah satu kandidat, mengaku mendapatkan cakrawala baru. Ia merasa bersyukur karena pertemuan ini memberinya bekal keilmuan praktis yang tidak didapatkan di ruang kelas biasa.

Tak berhenti pada sisi ideologis, panitia pelaksana pemilihan juga bergerak cepat memaparkan detail teknis menuju hari pemungutan suara. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa secara manajerial, setiap calon telah siap menghadapi kompetisi demokrasi dengan visi yang sejalan dengan ruh pendidikan di Ma'had Al-Zaytun.

Menuju Kepemimpinan Tangguh

Melalui pertemuan strategis ini, MTs Al-Zaytun menaruh harapan besar pada lahirnya sosok pemimpin yang komplet. Harapannya, Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-23 nantinya adalah pribadi yang tangguh secara manajerial namun tetap santun dalam karakter. Dengan pembekalan yang matang ini, gerbang menuju kemajuan Organisasi Pelajar Ma'had Al-Zaytun kini terbuka lebar, menanti aksi nyata dari para patriot muda yang siap mengabdi.




Jumat, 06 Maret 2026

MA Ma'had Al-Zaytun Akselerasi Implementasi KMA 1503 Lewat Sosialisasi Kurikulum Kemenag

AL-ZAYTUN – Jajaran pimpinan dan tenaga pendidik Madrasah Aliyah (MA) Ma'had Al-Zaytun mengikuti kegiatan sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Implementasi Kurikulum pada Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu ini dilaksanakan secara virtual pada Kamis (5/3/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Berpusat di Ruang Pengawas lantai 1 Gedung Utsman Ibnu Affan, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah Aliyah Ma'had Al-Zaytun beserta jajaran guru. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman mengenai struktur kurikulum terbaru yang akan menjadi acuan operasional di lingkungan madrasah, guna meningkatkan mutu pendidikan yang lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kepala MA Ma'had Al-Zaytun, Drs. Suherman, M.Pd., menekankan bahwa perubahan kurikulum ini bukan sekadar pergantian dokumen administratif, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai fundamental dalam pengajaran. Menurutnya, Al-Zaytun akan memberikan sentuhan khusus dalam penerapan aturan baru ini melalui pendekatan yang humanis.

"Kami memandang KMA 1503 ini sebagai ruang bagi madrasah untuk berinovasi. Bagi kami di Ma'had Al-Zaytun, sangat penting untuk menjalankan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Artinya, seluruh proses transfer ilmu harus dilandasi oleh kasih sayang antara guru dan santri. Kurikulum ini harus mampu menciptakan ekosistem belajar yang memanusiakan manusia, sehingga santri tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki kedalaman empati," ujar Suherman di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa dengan dasar "cinta" tersebut, kurikulum baru ini diharapkan tidak menjadi beban bagi peserta didik, melainkan menjadi panduan yang menyenangkan dalam mengeksplorasi potensi diri. Pihak madrasah pun berkomitmen untuk segera melakukan tindak lanjut teknis agar poin-poin dalam KMA 1503 dapat terinternalisasi dengan baik dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di setiap mata pelajaran.

Sebagai informasi, KMA Nomor 1503 merupakan regulasi terbaru dari Kementerian Agama RI yang mengatur standar implementasi kurikulum di madrasah secara nasional. Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya masif Kemenag Kabupaten Indramayu untuk memastikan seluruh satuan pendidikan di bawah naungannya memiliki kesiapan administratif dan pedagogis sebelum regulasi ini diterapkan secara penuh pada tahun ajaran mendatang.





Kamis, 12 Februari 2026

MA Ma’had Al-Zaytun Sabet Juara 1 Perbasi Cup Indramayu 2026, Kepala Madrasah Serahkan Trofi Kemenangan

 AL-ZAYTUN – Tim Bola Basket Putra Madrasah Aliyah (MA) Ma’had Al-Zaytun resmi mengukuhkan dominasinya dengan menerima trofi juara pertama Turnamen Bola Basket Perbasi Cup Indramayu 2026 Season #1. Penyerahan piala dilakukan secara simbolis oleh Kepala MA Ma’had Al-Zaytun kepada tim atlet pelajar di Ruang Persiapan KBM, Lantai 2 Gedung Utsman Ibnu Affan, Kamis (12/2/2026) pagi.

Kemenangan ini diraih setelah tim MA Ma’had Al-Zaytun menumbangkan SMAN 1 Sindang pada laga final kategori SMA Putra Divisi 1 yang berlangsung sengit di GOR Dharma Ayu, Sport Center Indramayu, Sabtu (7/2/2026) malam. Dalam laga penentu yang berakhir pukul 21.45 WIB tersebut, Al-Zaytun unggul dengan skor akhir 35-26.

Pelatih Cabang Olahraga Bola Basket Al-Zaytun, Giri Khusnul, memberikan apresiasi tinggi atas performa anak asuhnya di lapangan. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari keteguhan mental dan kepatuhan taktik.

"Seluruh atlet Al-Zaytun bertanding dengan semangat luar biasa, disiplin dan gigih dalam bertahan, serta tenang dan tajam saat menyerang. Mereka menerapkan apa yang sudah diarahkan oleh pelatih dan ofisial. Hal ini merupakan perwujudan nyata dari Janji Atlet dan Sapta Janji Darma Bakti yang selalu menjadi pedoman kami," ujar Giri dalam keterangannya.

Senada dengan sang pelatih, Kepala MA Ma’had Al-Zaytun, M. Soleh Aceng, S.H., M.H., menyampaikan rasa bangga sekaligus pesan mendalam bagi para atlet pelajar tersebut. Ia menekankan bahwa piala yang diterima bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar.

"Kita patut bersyukur, namun jangan sampai terlena dengan kemenangan ini. Jadikan hasil ini sebagai pemantik semangat untuk terus bergerak. Saya berharap para siswa semakin giat berlatih agar dapat mempertahankan prestasi yang sudah diraih dan terus membawa nama baik almamater di ajang-ajang berikutnya," tutur M. Soleh Aceng saat menyerahkan trofi.

Turnamen Perbasi Cup Indramayu 2026 Season #1 sendiri merupakan ajang bergengsi tingkat kabupaten yang mempertemukan talenta-talenta basket terbaik dari berbagai sekolah menengah atas. Kemenangan MA Ma’had Al-Zaytun atas SMAN 1 Sindang di partai final menjadi catatan penting dalam peta persaingan basket pelajar di Indramayu, mengingat performa konsisten yang ditunjukkan tim selama fase grup hingga partai puncak. (Tim Humas MA/2026)








Selasa, 03 Februari 2026

Seni Sebagai Suara: Pelajar Al-Zaytun Soroti Krisis Lingkungan dan Moral Lewat Teater & Lukisan

AL-ZAYTUN – Gedung Serbaguna Al-Akbar bersalin rupa menjadi ruang kreatif yang hidup pada Selasa (03/02/2026). Ribuan pasang mata menjadi saksi perhelatan bertajuk "Penampilan Teater dan Pameran Seni Lukis" yang diinisiasi oleh Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) Darma Bakti 22. Acara ini bukan sekadar unjuk bakat, melainkan sebuah manifesto seni yang menyuarakan isu sosial dan lingkungan secara mendalam.

Harmoni Visual dan Gerak

Lobi gedung disulap menjadi galeri yang memamerkan deretan lukisan karya santri, menyambut pengunjung dengan atmosfer artistik bahkan sebelum tirai panggung dibuka. Suasana semakin hangat saat tarian tradisional dan kontemporer yang dinamis membuka rangkaian acara dengan penuh energi.

Presiden OPMAZ Darma Bakti 22, Salman Al-Farizi, mengungkapkan bahwa kolaborasi yang melibatkan ribuan pelajar ini adalah bukti nyata soliditas generasi muda Al-Zaytun. Kehadiran sepuluh besar kandidat Presiden OPMAZ periode berikutnya juga memberikan sinyal estafet kepemimpinan yang tetap menjunjung tinggi kreativitas dan standar organisasi yang tinggi.

Seni Sebagai Senjata Moral

Menteri Seni, Olahraga, dan Budaya OPMAZ DB 22, Shaszya Agneta, dalam sambutannya mengajak rekan-rekan pelajar untuk menggunakan seni sebagai medium menyuarakan kebenaran. Ia menekankan bahwa pementasan ini bertujuan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nurani yang tajam dan keberanian untuk membela nilai-nilai kemanusiaan.

"Guardian of Nusantara": Jeritan Alam dan Kebangkitan Kesadaran

Puncak acara ditandai dengan pementasan teater bertajuk "Guardian of Nusantara" yang dikoordinatori oleh Wais Hadi. Berlatar dua lukisan raksasa mahakarya tim ekstrakurikuler seni lukis, drama ini membidik isu sensitif: krisis lingkungan dan tanggung jawab menjaga bumi.

Alur ceritanya menggambarkan kontras yang getir antara harmoni masyarakat dan keserakahan pihak-pihak yang mengeksploitasi alam demi kepentingan pribadi. Secara dramatis, pertunjukan ini memotret bagaimana kerusakan ekosistem merusak tatanan hidup, yang kemudian memicu aksi protes heroik masyarakat sebagai simbol kebangkitan para "penjaga" tanah air.


Sekilas Produksi & Apresiasi

Penyelenggara: Kementerian Seni, Olahraga, dan Budaya OPMAZ Darma Bakti 22.

Kolaborasi Pemeran: 41 pelajar Madrasah Aliyah (MA) dan 6 pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Animo Penonton: Dihadiri oleh 2.634 penonton, termasuk jajaran guru dan pengurus KOSMAZ.

Kemandirian Kreatif: Seluruh properti panggung diproduksi secara mandiri menggunakan anggaran OPMAZ, membuktikan kemandirian dan kreativitas tangan para pelajar.


Refleksi Akhir

Saat lampu panggung meredup, pesan yang tertinggal terasa sangat kuat: seni di Ma’had Al-Zaytun telah menjadi jembatan antara kecerdasan intelektual dan kepekaan spiritual. Melalui Guardian of Nusantara, para pelajar membuktikan diri sebagai agen perubahan yang mampu menyuarakan kebenaran dan menjaga harmoni alam sebagai bentuk ibadah yang nyata. (Izzuddin/Humas MA/2026)








Senin, 02 Februari 2026

OKK Ahad Al-Zaytun: Menyatukan Spirit Kebugaran, Disiplin, dan Kebersamaan Civitas Kampus

 AL-ZAYTUN — Komitmen Kampus Al-Zaytun dalam membangun sumber daya manusia yang sehat jasmani, disiplin, dan berkarakter terus diwujudkan secara konsisten melalui kegiatan Olah Raga Kebugaran Kaki (OKK) yang dilaksanakan rutin setiap hari Ahad. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan seluruh civitas kampus, mulai dari pelajar, guru, hingga berbagai instansi yang berada di lingkungan Kampus Al-Zaytun.

Pada pelaksanaan OKK Ahad, 1 Februari 2026, tercatat sebanyak 1.510 pelajar Madrasah Aliyah Ma’had Al-Zaytun turut ambil bagian, bergabung bersama para guru dan unsur civitas kampus lainnya. Sejak pagi hari, suasana Lapangan Palagan Agung telah dipenuhi semangat kebugaran dan kebersamaan yang menjadi ciri khas kegiatan ini.

Sebelum memulai perjalanan OKK, seluruh peserta terlebih dahulu melaksanakan peregangan (stretching) sebagai bagian dari prosedur olahraga yang sehat dan terukur. Peregangan ini dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Guru (MG) dan Ketua Majelis Pengendali Asrama Pelajar (MPAP), mencerminkan sinergi kepemimpinan pendidik dalam memberi teladan pola hidup sehat kepada seluruh peserta.

Kegiatan OKK dimulakan tepat pukul 06.00 WIB dengan mengucapkan Basmallah, menegaskan bahwa setiap aktivitas di Kampus Al-Zaytun senantiasa berpijak pada nilai spiritual. Rute OKK kali ini menempuh jalur yang merepresentasikan lanskap dan ikon kampus, dimulai dari Lapangan Palagan Agung, melewati Gate Selatan, Gedung Tan Sri Datuk Ismail, kawasan Pabrikasi, Jalan Jammas, Jembatan Jammas, perkebunan kelapa, Taman Puspa Kencana, Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, dan kembali finish di Lapangan Palagan Agung.

Secara keseluruhan, OKK Ahad ini menempuh jarak 4,74 kilometer, dengan waktu tempuh 1 jam 04 menit 06 detik, serta mencatat 6.624 langkah. Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan dirancang sebagai aktivitas kebugaran yang terukur dan berkelanjutan.

Usai menyelesaikan rute, seluruh peserta melaksanakan pendinginan guna menjaga kondisi otot dan kebugaran tubuh, sebelum akhirnya kegiatan ditutup dengan Hamdallah sebagai ungkapan syukur atas kelancaran dan kesehatan yang diberikan.

Menambah nilai strategis kegiatan ini, OKK Ahad kali ini juga diikuti oleh Narasumber Pelatihan Pelaku Didik Pekan ke-35, yakni Prof. Mahyuni, M.A., Ph.D. Kehadiran beliau mempertegas bahwa OKK bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga menjadi medium pembelajaran holistik tentang kedisiplinan, konsistensi, dan keseimbangan antara kesehatan jasmani dan ketajaman intelektual.

Melalui OKK yang dilaksanakan secara rutin, Kampus Al-Zaytun meneguhkan visinya dalam mencetak generasi pelajar dan pendidik yang sehat, cerdas, dan manusiawi serta memiliki kesadaran akan pentingnya kebugaran sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan dan pengabdian.










Minggu, 01 Februari 2026

Perkuat Karakter Bangsa, 468 Penegak Al-Zaytun Ikuti Pelatihan Kepramukaan

AL-ZAYTUN — Semangat kedisiplinan dan nilai-nilai kebangsaan terpancar kuat dari wajah ratusan Pramuka Penegak angkatan ke-24 Madrasah Aliyah Ma’had Al-Zaytun pada Sabtu (31/1/2026). Sebanyak 468 peserta yang terdiri dari 259 putra dan 209 putri kelas X ini berkumpul untuk menjalani pelatihan intensif yang berorientasi pada pembentukan karakter dan soliditas tim.

Tradisi Tiga Bahasa dalam Bingkai Nasionalisme

Kegiatan dibuka dengan upacara yang berlangsung khidmat. Pengibaran Bendera Merah Putih mengawali prosesi, meneguhkan rasa cinta tanah air di sanubari setiap peserta. Keunikan terlihat saat pembacaan Sapta Janji Darma Bakti dilakukan dalam tiga bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris. Praktik ini menjadi simbol nyata visi Al-Zaytun yang memadukan semangat nasionalisme dengan wawasan global dan kedalaman spiritual.

Dalam amanatnya, Pembina Kak Makmuri mengingatkan bahwa esensi Pramuka terletak pada implementasi nilai. Ia menekankan agar Sapta Janji Darma Bakti dan Dasa Darma Pramuka tidak sekadar menjadi hafalan wajib, melainkan kompas moral dalam kehidupan sehari-hari. Pramuka, menurutnya, adalah kawah candradimuka bagi pemuda untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berjiwa baja.

Uji Ketangkasan Lewat Estafet Semapur

Memasuki sesi inti, suasana formal berganti menjadi penuh antusiasme saat enam ambalan putra dan putri bersaing dalam estafet semapur. Kegiatan ini diikuti oleh enam ambalan yang terdiri dari putra dan putri, yang menuntut kerja sama tim, ketepatan, serta kepatuhan terhadap aturan permainan. Estafet semapur tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana melatih konsentrasi, sportivitas, serta kekompakan antaranggota ambalan.

Tujuan utama pelatihan kepramukaan ini adalah melatih kedisiplinan peserta, meningkatkan pemahaman terhadap aturan permainan, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan. Nilai-nilai tersebut tampak nyata dalam setiap rangkaian kegiatan, mulai dari upacara hingga pelaksanaan permainan.

Kehadiran para pembina, yakni Kak Makmuri, Kak Raden Maman Achmad Kamal B., dan Kak Ajral Hamdi di lapangan memberikan suntikan motivasi bagi para santri untuk menyelesaikan tantangan dengan penuh tanggung jawab.

Membangun Generasi Solid

Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada ketangkasan fisik. Tujuan besarnya adalah menanamkan kedisiplinan yang berakar pada kepatuhan terhadap aturan dan rasa kebersamaan yang kokoh.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pramuka Penegak angkatan ke-24 diharapkan bertransformasi menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan teguh memegang nilai-nilai kebangsaan dalam menyongsong tantangan masa depan. (Aji-HUMAS MA/2026)










Senin, 26 Januari 2026

Gema Lagu Perjuangan Iringi Ribuan Civitas Al-Zaytun dalam Olahraga Kebugaran Kaki 4,9 KM

AL-ZAYTUN — Kawasan Ma’had Al-Zaytun kembali diramaikan oleh ribuan civitas akademika yang mengikuti rutinitas Olahraga Kebugaran Kaki (OKK) pada Minggu pagi (25/1/2026). Momentum pekanan ini terasa berbeda dengan kehadiran ekonom sekaligus akademisi dari Universitas Brawijaya, Prof. Setyo Tri Wahyudi, S.E., M.Ec., Ph.D., yang turut membaur di tengah barisan.

Tepat pukul 06.00 WIB, massa mulai bergerak dari Stadion Palagan Agung. Peserta yang terdiri dari eksponen Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), dosen, mahasiswa, Guru, Relawan, Wali Pelajar, hingga santri dari jenjang MI sampai MA ini menempuh rute sejauh 4,9 kilometer. Jalur yang dilalui membentang dari Jalan JAMMAS, melintasi kemegahan Jembatan JAMMAS, hingga kembali ke titik finis di Stadion Palagan Agung dalam waktu tempuh tepat satu jam.

Suasana di sepanjang lintasan terasa heroik. Di bawah rimbunnya pepohonan, para santri melangkah tegap sembari menyanyikan lagu-lagu perjuangan seperti "Halo-Halo Bandung", "Garuda Pancasila", dan lainnya. Gema nyanyian yang dibawakan secara serempak ini tidak hanya memecah keheningan pagi, tetapi juga menjadi pemacu ritme langkah kaki yang membakar semangat nasionalisme peserta.

Prof. Setyo Tri Wahyudi, yang hadir sebagai narasumber Pelatihan Pelaku Didik Pekan ke-34, tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Baginya, sinkronisasi antara ketajaman intelektual dan ketahanan fisik adalah kunci penting dalam dunia pendidikan.

"Kesehatan fisik adalah fondasi utama. Melalui OKK yang dibalut semangat nasionalisme ini, kita tidak hanya menjaga raga, tetapi juga merawat memori kolektif akan perjuangan bangsa," ujar salah satu Guru Pembimbing di sela-sela barisan.

Filosofi di Balik Langkah Kegiatan OKK bukan sekadar olahraga biasa, melainkan implementasi nyata dari filosofi bashthotan fil ‘ilmi wal jismi—keunggulan dalam ilmu sekaligus fisik—yang diinisiasi oleh Syaykh Al-Zaytun. Pelibatan lagu-lagu nasional selama perjalanan menjadi metode pendidikan karakter untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.

Lebih dari itu, agenda rutin setiap hari Ahad ini menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi yang hangat antara pimpinan institusi, staf pengajar, dan para santri dalam balutan disiplin dan kegembiraan. (HUMAS MA/2026)











Rabu, 21 Januari 2026

Menyongsong Masa Depan: Antusiasme Siswa MA Al-Zaytun dalam Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru IAI AL-AZIS

AL-ZAYTUN — Malam itu, Lantai 1 Asrama Al-Fajr bukan sekadar ruang pertemuan biasa. Puluhan pasang mata berbinar menatap layar presentasi, tangan-tangan sibuk mencatat, dan pertanyaan demi pertanyaan meluncur penuh rasa ingin tahu. Ini adalah potret generasi muda yang tengah memetakan masa depannya, khususnya para siswa kelas XII MIPA 2 dan XII IPS 2 Madrasah Aliyah Al-Zaytun yang menghadiri sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS).

Jembatan Menuju Pendidikan Tinggi Islam

Acara yang berlangsung pada Rabu malam, 21 Januari 2026, pukul 19.00-20.00 WIB ini bukan sekadar rutinitas akademik menjelang kelulusan. Lebih dari itu, ini adalah momen krusial bagi para siswa yang tengah berada di persimpangan jalan antara masa sekolah dan kehidupan kampus. Dalam satu jam yang padat namun mengalir, mereka diajak menyelami berbagai peluang dan prospek yang ditawarkan oleh institusi pendidikan tinggi Islam yang tengah berkembang ini.

Kehadiran dua sosok penting dari jajaran pimpinan IAI AL-AZIS menunjukkan keseriusan institusi dalam menjaring calon mahasiswa berkualitas. Ibu Fitri Rachmiati Sunarya, M.B.A., Wakil Rektor Bidang Akademik, hadir membawa perspektif strategis tentang visi pendidikan kampus. Di sisinya, Bapak Muhammad Isa Asyrofuddin, S.H., M.Sos., Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), memberikan gambaran konkret tentang salah satu program studi unggulan yang tersedia.


Lebih dari Sekadar Presentasi

"Kami tidak hanya ingin memberikan informasi, tetapi membuka dialog," ujar Ibu Fitri dalam sambutannya. Pernyataan itu terbukti nyata. Sepanjang acara, atmosfer yang tercipta jauh dari kesan formal dan kaku. Panitia sosialisasi berhasil menciptakan suasana yang hangat namun tetap profesional, memungkinkan siswa untuk bertanya tanpa beban.

Para siswa, yang sebagian besar masih berusia 17-18 tahun, menunjukkan antusiasme yang menggembirakan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mencerminkan kematangan berpikir: mulai dari prospek karier lulusan HTN, sistem pembelajaran di kampus, hingga peluang beasiswa dan pengembangan softskill. Ini bukan generasi yang pasif menerima informasi, melainkan generasi yang aktif mencari dan menggali.


Program Studi HTN: Mencetak Ahli Hukum Islam Berintegritas

Salah satu sorotan utama dalam sosialisasi ini adalah pengenalan Program Studi Hukum Tata Negara. Bapak Muhammad Isa Asyrofuddin menjelaskan dengan gamblang bagaimana prodi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan zaman akan ahli hukum yang tidak hanya menguasai aspek teknis yuridis, tetapi juga memahami nilai-nilai keislaman dan ketatanegaraan Indonesia.

"Di era digital dan globalisasi ini, kita membutuhkan sarjana hukum yang mampu menjembatani antara syariah dan konstitusi, antara idealisme Islam dan realitas berbangsa," jelasnya. Paparan tersebut disambut dengan anggukan-anggukan kepala dari para siswa, terutama mereka yang berasal dari kelas IPS 2 yang memang memiliki ketertarikan lebih pada ilmu sosial dan hukum.

Namun, siswa MIPA 2 pun tak kalah antusias. Beberapa di antara mereka mengaku tertarik dengan pendekatan interdisipliner yang ditawarkan, di mana pemikiran logis dan analitis yang mereka asah di jurusan sains bisa diterapkan dalam menganalisis persoalan hukum dan ketatanegaraan.


Membangun Kesadaran Sejak Dini

Penyelenggaraan sosialisasi di lingkungan asrama, khususnya Lantai 1 Asrama Al-Fajr, memiliki makna tersendiri. Lokasi ini bukan hanya strategis secara fisik, tetapi juga simbolis. Asrama adalah tempat di mana siswa belajar tentang kemandirian, disiplin, dan kehidupan bersama—nilai-nilai yang juga akan mereka butuhkan di bangku kuliah.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Ibu Fitri, menekankan pentingnya persiapan mental dan akademik sejak dini. "Transisi dari SMA ke perguruan tinggi bukan sekadar perpindahan jenjang pendidikan, tetapi juga transformasi cara berpikir dan bertindak. Kami ingin memastikan bahwa calon mahasiswa kami siap untuk perubahan itu," katanya.


Keteraturan dan Kedisiplinan: Cermin Budaya Kampus

Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah bagaimana acara berlangsung dengan tertib dari awal hingga akhir. Panitia sosialisasi, yang sebagian besar adalah mahasiswa aktif IAI AL-AZIS, menunjukkan profesionalisme dalam mengelola waktu dan mengatur jalannya acara. Mereka memastikan setiap sesi berjalan sesuai jadwal, namun tetap memberikan ruang yang cukup untuk interaksi.

Keteraturan ini bukan kebetulan. Ini adalah refleksi dari budaya kampus IAI AL-AZIS yang mengutamakan disiplin tanpa menghilangkan kehangatan dan kekeluargaan. Para siswa MA Al-Zaytun, yang juga sudah terbiasa dengan sistem pondok pesantren yang terstruktur, tampak nyaman dengan atmosfer tersebut.


Antusiasme yang Menular

Sepanjang satu jam, tidak ada satupun siswa yang terlihat bosan atau tidak fokus. Bahkan ketika sesi sudah memasuki menit-menit terakhir, tangan-tangan masih teracung ingin bertanya. Panitia harus dengan bijak membatasi sesi tanya jawab agar acara tidak melebihi waktu yang telah ditentukan, sambil berjanji akan membuka forum diskusi lanjutan bagi mereka yang masih penasaran.

"Ini pertama kalinya saya merasakan sosialisasi kampus yang benar-benar interaktif," ujar salah seorang siswa kelas XII MIPA 2 seusai acara. "Biasanya kami hanya mendengarkan presentasi satu arah. Tapi malam ini berbeda. Kami benar-benar merasa didengar dan dihargai sebagai calon mahasiswa."


Menatap Masa Depan dengan Optimisme

Sosialisasi ini adalah langkah awal dari rangkaian panjang proses penerimaan mahasiswa baru IAI AL-AZIS tahun 2026. Bagi para siswa kelas XII, ini adalah kesempatan emas untuk mengenal lebih dekat salah satu pilihan studi mereka setelah lulus nanti. Bagi IAI AL-AZIS, ini adalah investasi dalam membangun generasi sarjana Islam yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Ketika acara ditutup tepat pukul 20.00 WIB, para siswa tidak langsung bergegas meninggalkan ruangan. Mereka masih berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, mendiskusikan apa yang baru saja mereka dengar, membandingkan catatan, dan berbagi pandangan tentang masa depan. Di sudut ruangan, beberapa siswa masih mengejar narasumber untuk bertanya lebih detail.

Pemandangan itu adalah bukti bahwa sosialisasi malam ini telah berhasil mencapai tujuannya: bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi menginspirasi dan membuka cakrawala. Bagi puluhan siswa MA Al-Zaytun yang hadir, malam Rabu 21 Januari 2026 di Lantai 1 Asrama Al-Fajr mungkin akan mereka kenang sebagai malam di mana mereka mulai membayangkan diri mereka sebagai bagian dari keluarga besar IAI AL-AZIS. (Kasmawati/Humas MA/2026)






Selasa, 20 Januari 2026

Estafet Kepemimpinan: Kepala MA Ma'had Al-Zaytun Beri Arahan Khusus kepada 30 Calon Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-23

AL-ZAYTUN – Kepala Madrasah Aliyah (MA) Ma’had Al-Zaytun menggelar pertemuan silaturahmi khusus bersama 30 santri calon Presiden Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) Darma Bhakti ke-23. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pengawas, Lantai 1 Gedung Utsman Ibnu Affan, pada Selasa (20/1/2026).
Acara ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan momentum penguatan ideologi kepemimpinan bagi para kandidat yang akan memimpin ribuan santri lainnya. Kehadiran 30 santri ini merupakan hasil seleksi ketat yang dipersiapkan untuk membawa estafet kepemimpinan dari pengurus sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, hadir mendampingi Kepala MA, Wakil 1 Kepala Madrasah Aliyah, jajaran Sub Manajer Pendidikan (MP), serta Panitia Pelaksana Pemilihan. Turut hadir pula Presiden dan Wakil Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-22 untuk memberikan gambaran serta motivasi kepada para calon penerus mereka.
Dalam arahannya, Kepala MA, Ustadz M. Soleh Aceng, S.H., M.H., menekankan pentingnya integritas dan dedikasi bagi para calon pemimpin. Silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat hubungan emosional sekaligus memberikan pembekalan visi-misi sebelum para kandidat berkompetisi dalam pemilihan resmi.

Persiapan Menuju Pemilihan

Ke-30 calon presiden tersebut tampak antusias menyimak arahan yang diberikan. Setelah sesi silaturahmi ini, para kandidat dijadwalkan akan mengikuti serangkaian tahapan berikutnya, termasuk pemaparan visi-misi dan kampanye dialogis.
Dengan diadakannya pertemuan ini, diharapkan lahir sosok pemimpin yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial yang tangguh untuk memajukan Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun di masa bakti ke-23 mendatang. Pertemuan yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan sesi diskusi antara pihak manajemen madrasah dan para santri calon kandidat mengenai program kerja strategis OPMAZ untuk masa bakti mendatang. (HUMAS MA/2026)