AL-ZAYTUN – Estafet kepemimpinan di Ma'had Al-Zaytun mulai memasuki fase krusial. Sebagai bagian dari rangkaian proses Pilihan Raya Organisasi Pelajar Ma'had Al-Zaytun (OPMAZ), Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma'had Al-Zaytun menggelar pengarahan khusus bagi 30 santri terpilih yang akan berlaga menjadi Calon Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-23. Bertempat di Ruang Basemen Gedung Ali Bin Abi Tholib, Rabu (21/1/2026), atmosfer kepemimpinan terasa kental saat para kandidat ini dipersiapkan untuk menakhodai ribuan santri lainnya.
LSTEAMS: Lebih dari Sekadar Kurikulum
Bukan sekadar pengarahan biasa, Kepala MTs Ma'had Al-Zaytun, Ustadz Rijal Eka Sumadyo, S.Pd., M.Pd., dalam orasinya menekankan bahwa kepemimpinan di lingkungan Al-Zaytun harus berpijak pada fondasi yang kokoh, yakni sistem LSTEAMS (Law, Science, Technology, Engineering, Art, Math, dan Spiritual). Konsep holistik yang dikembangkan oleh Syaikh Al-Zaytun ini diperkenalkan sebagai "kompas" bagi para calon presiden dalam mengambil kebijakan di masa depan.
"Kepemimpinan di OPMAZ adalah ruang belajar tanpa batas. Ini adalah amanah bagi santri untuk memahami tata kelola organisasi yang mandiri, berintegritas, dan yang terpenting, mampu mengejawantahkan nilai-nilai LSTEAMS dalam setiap tindakan," tegas Kepala MTs di hadapan para kandidat. Fokusnya jelas: membangun pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kesadaran kemanusiaan yang tinggi.
Estafet Pengalaman dan Kesiapan Mental
Nuansa pembelajaran semakin mendalam dengan hadirnya Presiden dan Wakil Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-22. Kehadiran mereka menjadi jembatan realitas, di mana para senior berbagi suka duka serta tantangan nyata selama satu tahun masa bakti. Sesi sharing ini terbukti memberikan dampak signifikan bagi para calon. Muhamad Ridho, santri kelas 11 IPS 4 yang menjadi salah satu kandidat, mengaku mendapatkan cakrawala baru. Ia merasa bersyukur karena pertemuan ini memberinya bekal keilmuan praktis yang tidak didapatkan di ruang kelas biasa.
Tak berhenti pada sisi ideologis, panitia pelaksana pemilihan juga bergerak cepat memaparkan detail teknis menuju hari pemungutan suara. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa secara manajerial, setiap calon telah siap menghadapi kompetisi demokrasi dengan visi yang sejalan dengan ruh pendidikan di Ma'had Al-Zaytun.
Menuju Kepemimpinan Tangguh
Melalui pertemuan strategis ini, MTs Al-Zaytun menaruh harapan besar pada lahirnya sosok pemimpin yang komplet. Harapannya, Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-23 nantinya adalah pribadi yang tangguh secara manajerial namun tetap santun dalam karakter. Dengan pembekalan yang matang ini, gerbang menuju kemajuan Organisasi Pelajar Ma'had Al-Zaytun kini terbuka lebar, menanti aksi nyata dari para patriot muda yang siap mengabdi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar