Sabtu, 07 Maret 2026

Menakar DNA Pemimpin Masa Depan: MTs Ma'had Al-Zaytun Godok 30 Calon Presiden OPMAZ Berbasis LSTEAMS

 AL-ZAYTUN – Estafet kepemimpinan di Ma'had Al-Zaytun mulai memasuki fase krusial. Sebagai bagian dari rangkaian proses Pilihan Raya Organisasi Pelajar Ma'had Al-Zaytun (OPMAZ), Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma'had Al-Zaytun menggelar pengarahan khusus bagi 30 santri terpilih yang akan berlaga menjadi Calon Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-23. Bertempat di Ruang Basemen Gedung Ali Bin Abi Tholib, Rabu (21/1/2026), atmosfer kepemimpinan terasa kental saat para kandidat ini dipersiapkan untuk menakhodai ribuan santri lainnya.

LSTEAMS: Lebih dari Sekadar Kurikulum

Bukan sekadar pengarahan biasa, Kepala MTs Ma'had Al-Zaytun, Ustadz Rijal Eka Sumadyo, S.Pd., M.Pd., dalam orasinya menekankan bahwa kepemimpinan di lingkungan Al-Zaytun harus berpijak pada fondasi yang kokoh, yakni sistem LSTEAMS (Law, Science, Technology, Engineering, Art, Math, dan Spiritual). Konsep holistik yang dikembangkan oleh Syaikh Al-Zaytun ini diperkenalkan sebagai "kompas" bagi para calon presiden dalam mengambil kebijakan di masa depan.

"Kepemimpinan di OPMAZ adalah ruang belajar tanpa batas. Ini adalah amanah bagi santri untuk memahami tata kelola organisasi yang mandiri, berintegritas, dan yang terpenting, mampu mengejawantahkan nilai-nilai LSTEAMS dalam setiap tindakan," tegas Kepala MTs di hadapan para kandidat. Fokusnya jelas: membangun pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kesadaran kemanusiaan yang tinggi.

Estafet Pengalaman dan Kesiapan Mental

Nuansa pembelajaran semakin mendalam dengan hadirnya Presiden dan Wakil Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-22. Kehadiran mereka menjadi jembatan realitas, di mana para senior berbagi suka duka serta tantangan nyata selama satu tahun masa bakti. Sesi sharing ini terbukti memberikan dampak signifikan bagi para calon. Muhamad Ridho, santri kelas 11 IPS 4 yang menjadi salah satu kandidat, mengaku mendapatkan cakrawala baru. Ia merasa bersyukur karena pertemuan ini memberinya bekal keilmuan praktis yang tidak didapatkan di ruang kelas biasa.

Tak berhenti pada sisi ideologis, panitia pelaksana pemilihan juga bergerak cepat memaparkan detail teknis menuju hari pemungutan suara. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa secara manajerial, setiap calon telah siap menghadapi kompetisi demokrasi dengan visi yang sejalan dengan ruh pendidikan di Ma'had Al-Zaytun.

Menuju Kepemimpinan Tangguh

Melalui pertemuan strategis ini, MTs Al-Zaytun menaruh harapan besar pada lahirnya sosok pemimpin yang komplet. Harapannya, Presiden OPMAZ Darma Bhakti ke-23 nantinya adalah pribadi yang tangguh secara manajerial namun tetap santun dalam karakter. Dengan pembekalan yang matang ini, gerbang menuju kemajuan Organisasi Pelajar Ma'had Al-Zaytun kini terbuka lebar, menanti aksi nyata dari para patriot muda yang siap mengabdi.




Jumat, 06 Maret 2026

MA Ma'had Al-Zaytun Akselerasi Implementasi KMA 1503 Lewat Sosialisasi Kurikulum Kemenag

AL-ZAYTUN – Jajaran pimpinan dan tenaga pendidik Madrasah Aliyah (MA) Ma'had Al-Zaytun mengikuti kegiatan sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Implementasi Kurikulum pada Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu ini dilaksanakan secara virtual pada Kamis (5/3/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Berpusat di Ruang Pengawas lantai 1 Gedung Utsman Ibnu Affan, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah Aliyah Ma'had Al-Zaytun beserta jajaran guru. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman mengenai struktur kurikulum terbaru yang akan menjadi acuan operasional di lingkungan madrasah, guna meningkatkan mutu pendidikan yang lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kepala MA Ma'had Al-Zaytun, Drs. Suherman, M.Pd., menekankan bahwa perubahan kurikulum ini bukan sekadar pergantian dokumen administratif, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai fundamental dalam pengajaran. Menurutnya, Al-Zaytun akan memberikan sentuhan khusus dalam penerapan aturan baru ini melalui pendekatan yang humanis.

"Kami memandang KMA 1503 ini sebagai ruang bagi madrasah untuk berinovasi. Bagi kami di Ma'had Al-Zaytun, sangat penting untuk menjalankan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Artinya, seluruh proses transfer ilmu harus dilandasi oleh kasih sayang antara guru dan santri. Kurikulum ini harus mampu menciptakan ekosistem belajar yang memanusiakan manusia, sehingga santri tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki kedalaman empati," ujar Suherman di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa dengan dasar "cinta" tersebut, kurikulum baru ini diharapkan tidak menjadi beban bagi peserta didik, melainkan menjadi panduan yang menyenangkan dalam mengeksplorasi potensi diri. Pihak madrasah pun berkomitmen untuk segera melakukan tindak lanjut teknis agar poin-poin dalam KMA 1503 dapat terinternalisasi dengan baik dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di setiap mata pelajaran.

Sebagai informasi, KMA Nomor 1503 merupakan regulasi terbaru dari Kementerian Agama RI yang mengatur standar implementasi kurikulum di madrasah secara nasional. Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya masif Kemenag Kabupaten Indramayu untuk memastikan seluruh satuan pendidikan di bawah naungannya memiliki kesiapan administratif dan pedagogis sebelum regulasi ini diterapkan secara penuh pada tahun ajaran mendatang.