Kamis, 12 Februari 2026

MA Ma’had Al-Zaytun Sabet Juara 1 Perbasi Cup Indramayu 2026, Kepala Madrasah Serahkan Trofi Kemenangan

 AL-ZAYTUN – Tim Bola Basket Putra Madrasah Aliyah (MA) Ma’had Al-Zaytun resmi mengukuhkan dominasinya dengan menerima trofi juara pertama Turnamen Bola Basket Perbasi Cup Indramayu 2026 Season #1. Penyerahan piala dilakukan secara simbolis oleh Kepala MA Ma’had Al-Zaytun kepada tim atlet pelajar di Ruang Persiapan KBM, Lantai 2 Gedung Utsman Ibnu Affan, Kamis (12/2/2026) pagi.

Kemenangan ini diraih setelah tim MA Ma’had Al-Zaytun menumbangkan SMAN 1 Sindang pada laga final kategori SMA Putra Divisi 1 yang berlangsung sengit di GOR Dharma Ayu, Sport Center Indramayu, Sabtu (7/2/2026) malam. Dalam laga penentu yang berakhir pukul 21.45 WIB tersebut, Al-Zaytun unggul dengan skor akhir 35-26.

Pelatih Cabang Olahraga Bola Basket Al-Zaytun, Giri Khusnul, memberikan apresiasi tinggi atas performa anak asuhnya di lapangan. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari keteguhan mental dan kepatuhan taktik.

"Seluruh atlet Al-Zaytun bertanding dengan semangat luar biasa, disiplin dan gigih dalam bertahan, serta tenang dan tajam saat menyerang. Mereka menerapkan apa yang sudah diarahkan oleh pelatih dan ofisial. Hal ini merupakan perwujudan nyata dari Janji Atlet dan Sapta Janji Darma Bakti yang selalu menjadi pedoman kami," ujar Giri dalam keterangannya.

Senada dengan sang pelatih, Kepala MA Ma’had Al-Zaytun, M. Soleh Aceng, S.H., M.H., menyampaikan rasa bangga sekaligus pesan mendalam bagi para atlet pelajar tersebut. Ia menekankan bahwa piala yang diterima bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar.

"Kita patut bersyukur, namun jangan sampai terlena dengan kemenangan ini. Jadikan hasil ini sebagai pemantik semangat untuk terus bergerak. Saya berharap para siswa semakin giat berlatih agar dapat mempertahankan prestasi yang sudah diraih dan terus membawa nama baik almamater di ajang-ajang berikutnya," tutur M. Soleh Aceng saat menyerahkan trofi.

Turnamen Perbasi Cup Indramayu 2026 Season #1 sendiri merupakan ajang bergengsi tingkat kabupaten yang mempertemukan talenta-talenta basket terbaik dari berbagai sekolah menengah atas. Kemenangan MA Ma’had Al-Zaytun atas SMAN 1 Sindang di partai final menjadi catatan penting dalam peta persaingan basket pelajar di Indramayu, mengingat performa konsisten yang ditunjukkan tim selama fase grup hingga partai puncak. (Tim Humas MA/2026)








Selasa, 03 Februari 2026

Seni Sebagai Suara: Pelajar Al-Zaytun Soroti Krisis Lingkungan dan Moral Lewat Teater & Lukisan

AL-ZAYTUN – Gedung Serbaguna Al-Akbar bersalin rupa menjadi ruang kreatif yang hidup pada Selasa (03/02/2026). Ribuan pasang mata menjadi saksi perhelatan bertajuk "Penampilan Teater dan Pameran Seni Lukis" yang diinisiasi oleh Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) Darma Bakti 22. Acara ini bukan sekadar unjuk bakat, melainkan sebuah manifesto seni yang menyuarakan isu sosial dan lingkungan secara mendalam.

Harmoni Visual dan Gerak

Lobi gedung disulap menjadi galeri yang memamerkan deretan lukisan karya santri, menyambut pengunjung dengan atmosfer artistik bahkan sebelum tirai panggung dibuka. Suasana semakin hangat saat tarian tradisional dan kontemporer yang dinamis membuka rangkaian acara dengan penuh energi.

Presiden OPMAZ Darma Bakti 22, Salman Al-Farizi, mengungkapkan bahwa kolaborasi yang melibatkan ribuan pelajar ini adalah bukti nyata soliditas generasi muda Al-Zaytun. Kehadiran sepuluh besar kandidat Presiden OPMAZ periode berikutnya juga memberikan sinyal estafet kepemimpinan yang tetap menjunjung tinggi kreativitas dan standar organisasi yang tinggi.

Seni Sebagai Senjata Moral

Menteri Seni, Olahraga, dan Budaya OPMAZ DB 22, Shaszya Agneta, dalam sambutannya mengajak rekan-rekan pelajar untuk menggunakan seni sebagai medium menyuarakan kebenaran. Ia menekankan bahwa pementasan ini bertujuan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nurani yang tajam dan keberanian untuk membela nilai-nilai kemanusiaan.

"Guardian of Nusantara": Jeritan Alam dan Kebangkitan Kesadaran

Puncak acara ditandai dengan pementasan teater bertajuk "Guardian of Nusantara" yang dikoordinatori oleh Wais Hadi. Berlatar dua lukisan raksasa mahakarya tim ekstrakurikuler seni lukis, drama ini membidik isu sensitif: krisis lingkungan dan tanggung jawab menjaga bumi.

Alur ceritanya menggambarkan kontras yang getir antara harmoni masyarakat dan keserakahan pihak-pihak yang mengeksploitasi alam demi kepentingan pribadi. Secara dramatis, pertunjukan ini memotret bagaimana kerusakan ekosistem merusak tatanan hidup, yang kemudian memicu aksi protes heroik masyarakat sebagai simbol kebangkitan para "penjaga" tanah air.


Sekilas Produksi & Apresiasi

Penyelenggara: Kementerian Seni, Olahraga, dan Budaya OPMAZ Darma Bakti 22.

Kolaborasi Pemeran: 41 pelajar Madrasah Aliyah (MA) dan 6 pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Animo Penonton: Dihadiri oleh 2.634 penonton, termasuk jajaran guru dan pengurus KOSMAZ.

Kemandirian Kreatif: Seluruh properti panggung diproduksi secara mandiri menggunakan anggaran OPMAZ, membuktikan kemandirian dan kreativitas tangan para pelajar.


Refleksi Akhir

Saat lampu panggung meredup, pesan yang tertinggal terasa sangat kuat: seni di Ma’had Al-Zaytun telah menjadi jembatan antara kecerdasan intelektual dan kepekaan spiritual. Melalui Guardian of Nusantara, para pelajar membuktikan diri sebagai agen perubahan yang mampu menyuarakan kebenaran dan menjaga harmoni alam sebagai bentuk ibadah yang nyata. (Izzuddin/Humas MA/2026)








Senin, 02 Februari 2026

OKK Ahad Al-Zaytun: Menyatukan Spirit Kebugaran, Disiplin, dan Kebersamaan Civitas Kampus

 AL-ZAYTUN — Komitmen Kampus Al-Zaytun dalam membangun sumber daya manusia yang sehat jasmani, disiplin, dan berkarakter terus diwujudkan secara konsisten melalui kegiatan Olah Raga Kebugaran Kaki (OKK) yang dilaksanakan rutin setiap hari Ahad. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan seluruh civitas kampus, mulai dari pelajar, guru, hingga berbagai instansi yang berada di lingkungan Kampus Al-Zaytun.

Pada pelaksanaan OKK Ahad, 1 Februari 2026, tercatat sebanyak 1.510 pelajar Madrasah Aliyah Ma’had Al-Zaytun turut ambil bagian, bergabung bersama para guru dan unsur civitas kampus lainnya. Sejak pagi hari, suasana Lapangan Palagan Agung telah dipenuhi semangat kebugaran dan kebersamaan yang menjadi ciri khas kegiatan ini.

Sebelum memulai perjalanan OKK, seluruh peserta terlebih dahulu melaksanakan peregangan (stretching) sebagai bagian dari prosedur olahraga yang sehat dan terukur. Peregangan ini dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Guru (MG) dan Ketua Majelis Pengendali Asrama Pelajar (MPAP), mencerminkan sinergi kepemimpinan pendidik dalam memberi teladan pola hidup sehat kepada seluruh peserta.

Kegiatan OKK dimulakan tepat pukul 06.00 WIB dengan mengucapkan Basmallah, menegaskan bahwa setiap aktivitas di Kampus Al-Zaytun senantiasa berpijak pada nilai spiritual. Rute OKK kali ini menempuh jalur yang merepresentasikan lanskap dan ikon kampus, dimulai dari Lapangan Palagan Agung, melewati Gate Selatan, Gedung Tan Sri Datuk Ismail, kawasan Pabrikasi, Jalan Jammas, Jembatan Jammas, perkebunan kelapa, Taman Puspa Kencana, Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, dan kembali finish di Lapangan Palagan Agung.

Secara keseluruhan, OKK Ahad ini menempuh jarak 4,74 kilometer, dengan waktu tempuh 1 jam 04 menit 06 detik, serta mencatat 6.624 langkah. Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan dirancang sebagai aktivitas kebugaran yang terukur dan berkelanjutan.

Usai menyelesaikan rute, seluruh peserta melaksanakan pendinginan guna menjaga kondisi otot dan kebugaran tubuh, sebelum akhirnya kegiatan ditutup dengan Hamdallah sebagai ungkapan syukur atas kelancaran dan kesehatan yang diberikan.

Menambah nilai strategis kegiatan ini, OKK Ahad kali ini juga diikuti oleh Narasumber Pelatihan Pelaku Didik Pekan ke-35, yakni Prof. Mahyuni, M.A., Ph.D. Kehadiran beliau mempertegas bahwa OKK bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga menjadi medium pembelajaran holistik tentang kedisiplinan, konsistensi, dan keseimbangan antara kesehatan jasmani dan ketajaman intelektual.

Melalui OKK yang dilaksanakan secara rutin, Kampus Al-Zaytun meneguhkan visinya dalam mencetak generasi pelajar dan pendidik yang sehat, cerdas, dan manusiawi serta memiliki kesadaran akan pentingnya kebugaran sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan dan pengabdian.










Minggu, 01 Februari 2026

Perkuat Karakter Bangsa, 468 Penegak Al-Zaytun Ikuti Pelatihan Kepramukaan

AL-ZAYTUN — Semangat kedisiplinan dan nilai-nilai kebangsaan terpancar kuat dari wajah ratusan Pramuka Penegak angkatan ke-24 Madrasah Aliyah Ma’had Al-Zaytun pada Sabtu (31/1/2026). Sebanyak 468 peserta yang terdiri dari 259 putra dan 209 putri kelas X ini berkumpul untuk menjalani pelatihan intensif yang berorientasi pada pembentukan karakter dan soliditas tim.

Tradisi Tiga Bahasa dalam Bingkai Nasionalisme

Kegiatan dibuka dengan upacara yang berlangsung khidmat. Pengibaran Bendera Merah Putih mengawali prosesi, meneguhkan rasa cinta tanah air di sanubari setiap peserta. Keunikan terlihat saat pembacaan Sapta Janji Darma Bakti dilakukan dalam tiga bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris. Praktik ini menjadi simbol nyata visi Al-Zaytun yang memadukan semangat nasionalisme dengan wawasan global dan kedalaman spiritual.

Dalam amanatnya, Pembina Kak Makmuri mengingatkan bahwa esensi Pramuka terletak pada implementasi nilai. Ia menekankan agar Sapta Janji Darma Bakti dan Dasa Darma Pramuka tidak sekadar menjadi hafalan wajib, melainkan kompas moral dalam kehidupan sehari-hari. Pramuka, menurutnya, adalah kawah candradimuka bagi pemuda untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berjiwa baja.

Uji Ketangkasan Lewat Estafet Semapur

Memasuki sesi inti, suasana formal berganti menjadi penuh antusiasme saat enam ambalan putra dan putri bersaing dalam estafet semapur. Kegiatan ini diikuti oleh enam ambalan yang terdiri dari putra dan putri, yang menuntut kerja sama tim, ketepatan, serta kepatuhan terhadap aturan permainan. Estafet semapur tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana melatih konsentrasi, sportivitas, serta kekompakan antaranggota ambalan.

Tujuan utama pelatihan kepramukaan ini adalah melatih kedisiplinan peserta, meningkatkan pemahaman terhadap aturan permainan, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan. Nilai-nilai tersebut tampak nyata dalam setiap rangkaian kegiatan, mulai dari upacara hingga pelaksanaan permainan.

Kehadiran para pembina, yakni Kak Makmuri, Kak Raden Maman Achmad Kamal B., dan Kak Ajral Hamdi di lapangan memberikan suntikan motivasi bagi para santri untuk menyelesaikan tantangan dengan penuh tanggung jawab.

Membangun Generasi Solid

Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada ketangkasan fisik. Tujuan besarnya adalah menanamkan kedisiplinan yang berakar pada kepatuhan terhadap aturan dan rasa kebersamaan yang kokoh.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pramuka Penegak angkatan ke-24 diharapkan bertransformasi menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan teguh memegang nilai-nilai kebangsaan dalam menyongsong tantangan masa depan. (Aji-HUMAS MA/2026)