Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program kesehatan usia sekolah dan remaja (UKGS/UKM) yang dicanangkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, berkolaborasi erat dengan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal dan produktif.
Fokus Skrining Tiga Jenjang
Program CKG kali ini menyasar seluruh siswa di tiga tingkatan utama: Kelas X, XI, dan XII. Pendekatan per jenjang kelas ini memungkinkan tim medis Puskesmas Gantar untuk menyesuaikan jenis pemeriksaan dengan kebutuhan spesifik usia dan potensi risiko kesehatan yang berbeda-beda.
Rincian Sasaran dan Jenis Pemeriksaan:
Jenjang Kelas | Fokus Pemeriksaan Utama |
Kelas X | Deteksi dini masalah pertumbuhan, status gizi, dan skrining anemia. |
Kelas XI | Pemeriksaan kesehatan reproduksi, tekanan darah, dan kesehatan indera. |
Kelas XII | Skrining penyakit tidak menular (PTM) dini dan kesiapan mental menjelang ujian akhir. |
Lebih dari Sekadar Tensi dan Timbang Badan
Tim medis dari Puskesmas Gantar yang diturunkan ke lokasi tidak hanya melakukan pengukuran dasar seperti tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Berbagai pemeriksaan spesifik juga dilakukan:
· Pemeriksaan Status Gizi: Penentuan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengidentifikasi potensi stunting atau obesitas dini.
· Pemeriksaan Laboratorium Sederhana: Pengambilan sampel darah untuk cek hemoglobin (Hb) bagi remaja putri guna deteksi anemia, serta gula darah sewaktu.
· Pemeriksaan Indera: Skrining ketajaman penglihatan dan pendengaran.
· Edukasi dan Konseling: Sesi tatap muka singkat untuk memberikan pemahaman tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan akademik.
Komitmen Menciptakan Generasi Sehat
Kepala UPTD Puskesmas Gantar, dr. YuLis Susanto, dalam keterangannya menekankan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam investasi sumber daya manusia.
"Kegiatan CKG di Al-Zaytun ini adalah langkah nyata dalam menjaga aset terbesar bangsa, yaitu para pelajar kita. Dengan mendeteksi dini masalah kesehatan, kita bisa melakukan intervensi cepat dan tepat," ujarnya.
Pihak MA Ma'had Al-Zaytun menyambut baik inisiatif ini, menganggapnya vital untuk menunjang aktivitas padat santri di pesantren. Diharapkan, hasil dari skrining ini dapat menjadi dasar bagi program tindak lanjut kesehatan sekolah yang lebih terstruktur di semester mendatang.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar