AL-ZAYTUN – Kemegahan Masjid Rahmatan Lil’alamin malam itu seolah menemukan ruhnya kembali. Selasa malam (6/1/2026), ribuan pasang mata santri memadati Lantai 1 bangunan ikonik tersebut, menjadi saksi bisu atas suksesnya perhelatan akbar Haflatul Qur’an yang diinisiasi oleh Kementerian Peribadatan Organisasi Pelajar Ma'had Al-Zaytun (OPMAZ) Darma Bhakti ke-22. Acara ini bukan sekadar seremoni pergantian kalender, melainkan panggung pembuktian bagi generasi penjaga wahyu di awal tahun 2026.
Simfoni Visual di Bawah Kubah Megah
Memasuki area masjid, pengunjung langsung disambut oleh pemandangan lautan manusia yang tertib. Barisan santri putra dan putri terpisah dengan rapi, menciptakan kontras visual yang khidmat di bawah langit-langit masjid yang menjulang tinggi. Di tengah suasana masif tersebut, perhatian jamaah tertuju pada panggung utama yang ditata dengan sentuhan estetika tinggi.
Latar belakang hitam pekat dengan kaligrafi emas raksasa bertuliskan "Haflatul Qur’an" memberikan kesan wibawa yang mendalam. Dekorasi balon kuning-putih yang membentuk lengkungan memberikan nuansa selebrasi, sementara layar digital besar di sisi panggung memastikan bahwa setiap detil penampilan dapat dinikmati oleh santri yang berada di barisan paling belakang sekalipun.
Harmoni Seni dan Spiritual
Dinamika acara yang dimulai ba’da Maghrib ini terasa begitu mengalir. Panggung megah tersebut menjadi saksi talenta para santri dalam membawakan seni Islam. Kelompok nasyid dengan seragam merah marun tampil penuh harmoni, membawakan bait-bait pujian yang menyentuh kalbu. Alunan Hadroh yang menggema tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media syiar yang efektif.
Di barisan terdepan, jajaran Mudabbir hingga tim juri tampak menempati kursi sofa, menyimak setiap penampilan dengan saksama. Kedekatan antara pimpinan dan santri dalam acara ini menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental, di mana setiap tepuk tangan dan dukungan dari ribuan santri menjadi suntikan energi bagi rekan-rekan mereka yang sedang berlaga di atas panggung.
Melahirkan Generasi Qur’ani yang Berprestasi
Puncak dari kemeriahan malam itu adalah pengakuan atas dedikasi. Satu per satu pemenang dari berbagai cabang lomba—mulai dari Kaligrafi, Literasi Al-Qur’an, MTQ, hingga Drama Islam—maju dengan bangga. Meliputi jenjang MI, MTs, hingga MA, pemberian sertifikat ini bukan sekadar tanda kemenangan, melainkan simbol estafet perjuangan dalam mensyiarkan nilai-nilai Al-Qur'an di era modern.
Melihat antusiasme yang meluap hingga akhir acara pukul 21.00 WIB, nampak jelas bahwa Haflatul Qur'an telah berhasil menanamkan benih cinta Al-Qur'an yang lebih dalam di hati para santri. Doa bersama yang menutup rangkaian acara ini seolah menjadi pengikat janji bahwa semangat Al-Qur'an akan terus benderang di Ma'had Al-Zaytun sepanjang tahun 2026. (Izzuddin/Humas MA/2026)