Selasa, 30 Desember 2025

Mencetak Kader Bangsa: 315 Pelajar MA Al-Zaytun Mulai Gemblengan Kawah Candradimuka Paskibra 2026

AL-ZAYTUN – Mentari pagi di penghujung tahun memberikan suasana khidmat di halaman depan Gedung Utsman Ibnu Affan. Selasa, 30 Desember 2025, menjadi tonggak sejarah baru bagi 315 pelajar kelas X Madrasah Aliyah (MA) Ma’had Al-Zaytun. Di bawah pilar-pilar megah gedung tersebut, mereka resmi memulai perjalanan panjang dalam Upacara Pembukaan Kepelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Ma’had Al-Zaytun Tahun 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar latihan fisik baris-berbaris. Ini adalah bentuk penggodokan karakter, disiplin, dan pengabdian yang dipersiapkan untuk mengawal sang saka merah putih di tahun mendatang.


Simbolisme di Balik Utsman Ibnu Affan

Pemilihan lokasi di halaman Gedung Utsman Ibnu Affan memberikan pesan mendalam. Gedung yang menjadi pusat persiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ini kini menjadi saksi bisu transformasi 315 santri menjadi calon patriot. Kepala Madrasah Aliyah Ma’had Al-Zaytun hadir langsung memimpin upacara, menegaskan bahwa kepelatihan Paskibra memiliki kedudukan strategis dalam kurikulum pembentukan karakter di madrasah.

Turut hadir menyaksikan prosesi ini, Wakil 1 Kepala Madrasah, jajaran Sub Manajemen Pendidikan (MP), serta para pembina dan pembimbing Paskibra yang akan menjadi "arsitek" di balik ketangguhan para peserta selama masa pelatihan.


Lebih dari Sekadar Langkah Tegap

Dalam arahannya, Kepala Madrasah menekankan bahwa menjadi anggota Paskibra adalah tentang melatih keselarasan antara pikiran, hati, dan perbuatan.

"Setiap langkah tegap yang kalian hentakkan adalah simbol keteguhan hati. Setiap formasi yang kalian bentuk adalah manifestasi dari kerja sama tim dan ketaatan pada pimpinan," ujar beliau di hadapan barisan santri yang tampak antusias meski disiplin tinggi mulai diterapkan sejak menit pertama upacara.

Jumlah 315 peserta dari kelas X ini menunjukkan tingginya minat santri dalam berorganisasi. Angka ini juga merefleksikan besarnya tanggung jawab para pembimbing untuk menyaring dan membina potensi terbaik yang nantinya akan bertugas pada upacara-upacara besar di lingkungan Ma’had Al-Zaytun sepanjang tahun 2026.


Estafet Kedisiplinan

Kepelatihan ini merupakan rangkaian awal sebelum para peserta menghadapi seleksi yang lebih ketat. Para pembina Paskibra telah menyiapkan kurikulum pelatihan yang komprehensif, mencakup ketahanan fisik, penguatan mental, hingga wawasan kebangsaan.

Upacara pembukaan ini sekaligus menjadi jembatan estafet kedisiplinan. Jika sebelumnya para santri ini fokus pada adaptasi KBM di Semester Ganjil, kini di penghujung tahun, mereka ditantang untuk keluar dari zona nyaman dan memasuki kawah candradimuka kepemimpinan.

Dengan dibukanya kepelatihan ini, Ma'had Al-Zaytun kembali membuktikan komitmennya: bahwa pendidikan tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas Gedung Utsman, tetapi juga meluas hingga ke lapangan upacara, tempat di mana mentalitas "Negara Utama" ditempa melalui derap langkah pasukan pengibar bendera. (HUMAS MA/2025)